Monday, 14 May 2012

POLDA YOGYAKARTA

INI BERITA HARIAN SINDO...SAYA KOPAS UNTUK DI KETAHUI SAJA. DAN PADA KOMEN DI BAWAHNYA: SAYA SERTAKAN PERNYATAAN MAS RIYANTO,YANG NAMANYA DI SEBUT. TETAPI TIDAK DITANGKAP.

Investasi Bodong Dibongkar-Sasar Kelompok Arisan dengan Iming-iming Keuntungan 200% PDF Print
Tuesday, 15 May 2012
SLEMAN– Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda DIY membongkar sindikat penipuan investasi bodong senilai Rp19 miliar. Pembongkaran kasus itu setelah polisi menggelar Operasi Pundi Progo 2012 dengan sasaran bisnis investasi.

Dari hasil operasi yang digelar selama 14 hari itu, diungkap kasus penipuan berkedok investasi emas, barokah (uang tunai), dan investasi sepeda motor.Dalam kasus itu, polisi menetapkan tiga warga Seleman sebagai tersangka,yakni Saraswati, 47, Rina, 44, dan Riyanto, 35,. Selain tiga orang itu, seorang tersangka lagi warga dari Bandung berinisial MS yang diduga merupakan otak penipuan, hingga kemarin masih dalam pengejaran .

Direktur Reserse dan Kriminal Khusus (Direkrimsus) Polda DIY Kombes Pol Joko Lelono mengatakan kasus penipuan itu menjadi target operasi. Sebab,diakui di wilayah hukum Polda DIY masyarakat yang menjadi korban cukup tinggi. ”Ini menjadi perhatian karena dalam kasus ini biasanya yang menjadi korban,juga berpotensi menjadi pelaku,” ujarnya kemarin.

Bisnis investasi ini, di seluruh wilayah Indonesia memiliki 62 konsorsium dan berpusat di Bandung dengan nama Investasi Amanah. Di wilayah Yogyakarta sendiri diberi nama Yogya Damai dan selama 4 bulan beroperasi berhasil menyetorkan uang dengan total senilai Rp19 miliar ke Investasi Amanah. ”Di Yogya ini berawal dari ibu-ibu yang menjemput anaknya ke TK (taman kanak- kanak), mereka saling ketemu dan berlanjut ke arisan modelnya investasi uang tunai, ada yang investasi emas dan sepeda motor,”paparnya.

Kasus itu bermula saat Desember 2011.Tersangka Saraswati datang ke tempat arisan ibu-ibu di warung makan Cabe Rawit Taman Siswa,Yogyakarta. Tersangka kemudian menawari bisnis baru berupa tanam investasi uang tunai sebagai investasi barokah, investasi sepeda motor,dan investasi emas. Untuk investasi emas, tersangka menawarkan kepada korbannya untuk menyerahkan uang senilai Rp4,5 juta dengan keuntungan 1 gram emas tiap bulannya.

Untuk program investasi sepeda motor, tersangka menawarkan para korban untuk menyerahkan uang Rp3 juta dengan angsuran Rp200.000 per bulan dan setelah empat kali menyetor, korban dijanjikan akan mendapatkan 1 motor Honda Beat. Kemudian untuk program investasi barokah, korban diminta menyerahkan uang minimal Rp1 juta rupiah dalam tempo satu bulan uang akan kembali ditambah mendapat bunga sebesar 25%.

Dalam investasi itu,tersangka menawarkan kepada investor beberapa program, yakni paket silver dengan jumlah investasi Rp1–4,9 juta dan mendapat profit 100%. Selanjutnya, paket gold dengan jumlah investasi Rp5–9,9 juta mendapat profit 150%.Terakhir, paket yang ditawarkan yakni diamond dengan total investasi Rp10–100 juta mendapatkan profit 200%.

Bongkar Penipuan Investasi Online

Selain mengungkap penipuan bisnis investasi dengan sasaran kelompok arisan, Ditreskrimsus Polda DIY juga berhasil mengungkap penipuan trading Sky East Investment yang berjalan melalui website. Kasus itu terbongkar dari adanya pelatihan trading dengan nama FX Java yang dilakukan oleh orang yang bernama AR alias Imanuel.

Dari beberapa orang yang masuk dalam komunitas pelatihan itu,kemudian tertarik melakukan trading di Broker Sky East Investment yang berkantor pusat di Inggris. Direkrimsus Polda DIY Kombes Pol Joko Lelono menerangkan, dari beberapa orang yang tertarik kemudian melakukan deposit ke Sky East Investment melalui rekening BCA atas nama Koh Huat Tukimin, 46,warga Kemayoran,Jakarta. muji barnugroho

=======================================
=========================================================

KONFIRMASI DARI RIYANTO ITOK
Riyanto
Temen2 itu...yang program emas itu kayaknya ECMC,
karena si pengepul bu saras termasuk leader ECMC juga
si pengepul juga membuat program2kayaknya
ga tau kok beritanya tertuju ke amanah semua
samua dua pengepul itu memberikan hitam diatas putih tanpa saya ketahui sebelumnya dan itu semua diluar dugaan kami
mungkin karena Jogja kemrin ada kasus MI jadi cepet banget berkembang POLDA-nya
Hnya bisa Berdo'a skrg, smoga segera selesai masalah ini
Tidak Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman
Tidak Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · 5 menit yang lalu sekitar Purworejo

Anda dan Jaka Atlantic menyukai ini.
Dwi Widoyoko
Muhammad Luthfi
Hari Minggu/Ahad, 13-05-2012;

Info dari Beliau pak Much Sholeh Suaidi ST ; Semoga sudah bisa masuk ke Rekening dalam minggu ini. Sayang tanggal merah di 17 dan 18. Tapi setidaknya secepatnya bisa clear, karena semua prosedur sudah selesai; tinggal menunggu proses dan eksekusi perbankan. Tetap berdoa dan sabar..

Info kami for All ; Kami sudah berupaya agar pak Suaidi bisa memposting progress terkini, tapi tetap seperti yg beliau katakan; ta' BUKTIIN aja.
... Semuanya tentu sudah tidak sabaran, semua pada minta cair..cair.. nah kami pun sangat-sangat bahkan mungkin lebih dari semuanya.
justru di detik2 dan saat2 ini harusnya bukan keluh kesah dan umpatan serta cacian yg kita dengunkan.
Tapi setidaknya kita menjaga agar semuanya kondusif, Bukankah semua pada tahu kalau progress ini akhirnya terhambat oleh 1-2 oknum yg sok dan tak sabaran atau hanya mikir kepentingan sendiri; maka seluruhnya kita yg mengalami akibatnya.
Kita diminta mendoakan agar proses yg lg diupayakan pak Suaidi ini lancar dan tidak menemui kendala lagi. Sehingga bisa kita petik buah yg kita inginkan bersama dari hasil kesabaran penantian ini. Kami tetap akan hadir bersama member IA1 semuanya di hadapan beliau. Member IA1-yang masih sabar dalam penantian.
Mari kita berdoa bersama, agar semakin di dekatkan; semakin diperjelas; semakin di mudahkan; serta diberi kekuatan dan kesabaran dalam mejalani penantian ini.
Semoga Engkau ya Allah, mendengar, melihat dan menerima jeritan hati kami seluruhnya keluarga besar IA1 ini; agar Pak Suaidi dimudahkan dalam menyelesaikan semua yg menjadi tanggungjawabnya. Aamiin ya Allah ....

(Agus A Prihast; Muhammad Luthfi; Luthfi Bamala)
 

No comments:

Katulistiwa News

Loading...