Friday, 3 February 2012

Forex: wadah investasi atau spekulasi?

Forex: wadah investasi atau spekulasi?

0 komentar
Bagi kebanyakan orang, forex ini bisa jadi sebagai media untuk berspekulasi (untung-untungan alias judi), dan bagi sedikit  orang bisa menjadi tempat berinvestasi yang menguntungkan.

Kenapa bisa menjadi tempat berspekulasi ?

 
Dari waktu ke waktu banyak orang yang menawarkan bisnis forex, menampung dana orang lain, dan menawarkan persentase keuntungan (dari modal) yang begitu besar. Agar bisa menampung dana masyarakat yang berlimpah, maka masing-masing berlomba dengan menawarkan persentase keuntungan yang lebih besar lagi. Dan akhirnya pemodalpun mencari "penampung" yang menawarkan keuntungan yang paling besar. Ketika ditanya kenapa anda berinvestasi di sana, bukan di sini? jawabannya adalah karena di sana bisa memberikan keuntungan yang ljauh lebih besar. 
Hanya itu alasannya. Dia tidak pernah tahu dan tidak mau tahu bagaimana proses bisnis forex ini sesungguhnya, dia tidak pernah tahu bahwa pasar forex ini tidak selamanya bagus, ada saatnya pergerakan harga tidak berarti sama sekali dan trader tidak bisa mendapatkan keuntungan sama sekali. Dia tidak pernah tahu dan tidak mau tahu bahwa keuntungan berbisnis forex tidak bisa konsisten, semua ditentukan oleh pergerakan harga. Sehebat apapun seseorang melakukan trading forex (yang paling jago se antero jagat raya pun) tidak akan bisa mengendalikan pasar; dia mengikuti pergerakan pasar. Jika pasar sedang tidak menguntungkan alias pergerakannya tidak berarti sama sekali, darimana dia bisa mendapatkan keuntungan untuk memenuhi janjinya kepada investor ? Tekanan dan tuntutan yang berat ini akan membuat mentalitas yang kurang bagus untuk melakukan trading, dan selalu saja diakhiri dengan cerita yang kurang bagus. Dan yang lebih di sayangkan lagi adalah bahwa peluang yang ada dallam bisnis forex ini sudah tidak nampak lagi. Persepsi yang muncul adalah bahwa forex merupakan bisnis penipuan. Siapa yang salah? yang salah adalah pola pikir yang dimiliki oleh orang yang terlibat di dalam bisnis ini. Ekspektasi yang berlebihan dan kerakusan membuat orang seperti anai-anai yang menghampiri sinar padahal disana ada kematian. Yang harus menjadi pertanyaan adalah, jika seorang trader forex berani memberikan keuntungan pasti dengan persentase yang cukup besar, apakah dia tidak mengerti pasar forex yang sesungguhnya atau memang sengaja memanfaatkan ketidaktahuan orang lain tentang pasar forex yang sesungguhnya supaya mau mengeluarkan uang puluhan hingga ratusan juta untuk berinvestasi.
Coba anda minta hasil trading sang trader tersebut minimal selama 1 tahun saja, dan silahkan anda analisa dulu hasil tersebut, maka dari data itu kita bisa mengambil rata-rata hasil yang bisa diraih.
 
Kapan forex bisa menjadi tempat investasi?

Kalau kita memiliki ukuran harapan yang relatif wajar, tidak berelebihan dan sesuai dengan hukum rata-rata, tidak rakus dan bisa menghargai besaran keuntungan yang wajar tersebut, maka forex ini bisa menjadi tempat investasi yang menguntungkan.
 
Jika kita memiliki  target penghasilan setiap bulan 10% saja, bukankah ini sudah jauh lebih besar daripada deposito di sebuah bank (maaf, ini adalah sebuah kenyataan)? bahkan mungkin lebih besar dari pada kebanyakan bisnis sektor riil. Target penghasilan yang wajar tersebut akan mendorong dan menempatkan kita pada posisi dan kondisi yang relatif lebih aman ketika terjun di bisnis forex.
Jadi meminimalisir resiko kerugian dalam bisnis forex ini harus diawali dari ekspektasai yang wajar, tidak berelebihan alias tidak rakus, tapi lebih menguntungkan ketimbang beberapa jenis bisnis lainnya. Dengan memiliki account micro , dan menggunakan volume yang tidak terlalu besar, mengatur take profit dan lain-lain, untuk mengejar 10% per bulan bisa jadi tidak terlalu berat. Ukuran profesionalisme dalam bisnis forex bukan ditentukan oleh jenis account yang anda buka (misalnya micro untuk pemula yang belum profesional dan standar untuk yang sudah profesional). Ukuran profesionalisme dalam bisnis forex itu ditentukan oleh  ekspektasi target yang wajar dan rasional.  Anda harus mengerti apakah anda ini sedang berspekulasi atau sedang berinvestasi.
Anda harus memiliki standar target yang wajar tapi menguntungkan, tidak usah terpancing oleh besaran profit yang digembor-gemborkan oleh orang lain karena anda tidak sedang bersaing dengan siapapun dan tidak sedang balap-balapan dengan siapapun.
Dengan belajar trading sendiri, maka lama-kelamaan anda akan mengetahui dan memahami proses bisnis forex yang sesungguhnya. Dan keilmuan ini bisa digunakan untuk menyelamatkan diri kita, keluarga kita, saudara-saudara kita dan lingkukang kita.

No comments:

Katulistiwa News

Loading...