Monday, 16 January 2017

Sebuah renungan dan sebuag harapan

Hidup mengalir bagai air. Kadang menggelontor buas. Kadang mengalun lembut. Siapa yang dapat memastikan bahwa derita hari ini adalah suatu kekekalan? Siapa pula yang mampu untuk menentukan bahwa kebahagiaan sekarang adalah suatu keabadian? Hidup mengalir dan mengalir menuju muara yang luas tak bertepi. Seperti syair sebuah lagu, kita tak pernah dapat memastikan apa yang akan kita temui di hari esok. Suka? Duka? Siapa tahu? Ya, siapa yang dapat memastikannya? 

Harapan digantungkan kadang terlalu tinggi. Harapan disembunyikan kadang terlalu dalam. Kekecewaan timbul dari segala hasrat, ambisi, keinginan yang tak terpenuhi. Atau keadaan dan kondisi yang tak sesuai dengan harapan. Sering malah amat bertentangan. Salah siapa? Keadaan? Diri kita? Tuhan? Siapakah yang bisa menebak dan memastikan keinginan Tuhan? Kita? Bukankah kita hanya mampu berpikir sesuai dengan apa yang menjadi dasar pengalaman kita selama kita telah hidup? Jadi bagaimana kita mesti menjalani kehidupan ini? Bagaimana kita dapat menebak keinginan Tuhan? Atau merasa bahwa kita tahu keinginan Tuhan? 

Kekecewaan. Rasa sepi. Hampa. Tak berarti. Sakit. Nyeri dan perih menusuk hati. Merasa dikhianati. Merasa dilecehkan dan bahkan dinodai dan dihancurkan. Dari mana asal segala keputus-asaan kita itu? Pandangan masyarakat? Pandangan kita sendiri? Atau pemikiran kita sendiri tentang apa yang baik dan buruk menurut pengalaman hidup kita? Tahukah kita makna keberadaan kita di dunia ini? Untuk apakah hidup kita sendiri? Untuk berbuat sesuatukah? Atau untuk tidak berbuat sesuatu? Dimanakah kita akan pergunakan talenta-talenta kita? Akankah kita sembunyikan di dalam segala keputus-asaan dan kehampaan kita saja? 
                                                                   
Hidup mengalir bagai air, dan seperti kata seorang filsuf, tak ada yang abadi selain dari perubahan. Hidup selalu mengalir dan berubah. Apa yang saat ini sesuatu yang buruk, di hari esok, siapa tahu? Hidup tidak tergantung pada kata yang tetap dan pasip. Hidup akan dan selalu akan berubah seperti aliran air yang sama namun tak pernah berdiam di tempat yang sama. Jangan pesimis akan hidup kita. Sebab kita tidak tahu dan tidak akan pernah tahu apa yang akan kita hadapi di hari esok. Semua berubah. Semua bergerak. Meluncur maju. Ke depan. Bersama waktu. Dan itulah kenyataan yang kita hadapi saat kita hidup. Kebenaran? Biarlah nanti Dia yang menciptakan kita yang akan menilainya. 
                   
Maka derita, apalah artinya? Kenistaan, apalah maknanya? Kesalahan, apakah benarnya? Tubuh kita yang fana ini toh kelak akan berakhir sama seperti tubuh-tubuh lain yang saat hidupnya merasa jauh lebih benar daripada kita. Pada akhirnya, kita semua akan berakhir. Dan harus berakhir. Pada akhirnya, kita semua akan mengalir menuju muara yang sama. Muara luas tanpa batas. Muara dimana hanya ada cinta kasih dan pengampunan. Muara dimana kemurahan Sang Pencipta memenuhi segala kebencian, hasrat, kekecewaan, keputus-asaan dan penderitaan kita semua. Jadi mengapa kita takut untuk hidup dan menjalani kehidupan kita saat ini? Sebab, toh, pada akhirnya kita semua akan tahu betapa kebenaran dari Dia sungguh tak terpikir dan takkan pernah mampu terpikirkan oleh kita yang hidup saat ini. 

Jauhkanlah sedihmu. Lepaskanlah keputus-asaanmu. Biarkanlah tubuh ternodamu. Hilangkanlah tindakan yang kau rasa salah. Janganlah memikirkan apa yang telah terjadi, tetapi pikirkanlah apa yang akan kau lakukan sehingga segala sesuatu yang telah terjadi sebelumnya dapat terhapus oleh apa yang akan kau lakukan nanti. Jika tidak di mata orang hidup, pasti di mata Sang Pencipta. Sebab Dia tahu kebenarannya. Sebab Dia tahu hidup kita. Sebab Dia tahu dan hanya Dia yang tahu. Dan itu sudah cukup. Sudah teramat cukup. Jika demikian, apalagi yang perlu kita sesalkan dalam hidup ini, temanku? Apalag

Thursday, 12 January 2017

Perjalanan sakura fx

Catatan sang petualang

Senja itu,aku termenung ada sosok bayang putih mengintai perjalanan ku,aku selalu beetanya wahai siapa engkau......

Ku telusuri jalan demi jalan hingga ku singgah di sebuah kedai, entah mengapa tiap senja ku selalu sempatkan diri singgah di kedai itu selepas pulang kerja....

Di kedai itu banyak orang bercakap cakap aku hampiri sosok pria di sudut yang duduk sendiri,

Kenapa aku beranikan diri menyapa dia.....
Karena di salah satu senja dia meletakan hp di meja dan aku liat fokus di mt4,1 bulan ku amati gerak geriknya dan dia selalu fokus dan fokus hanya berteman segelas kopi sambil trading

Kadang ada juga teman temanya datamg di kedai itu melakukan hal yang sama ,ternyata mereka adalah para traders
Bagi saya ,saat itu mendengar mt4 gak asing di telinga,tapi gak pernah mau belajar
My feel must learn forex start today......
Aku buka kembali bloog my brother about forex

Belajar analys belajar memahami news efek,ternyata gak mudah membalikan telapak tangan,aku bongkar pasang indikator dr my brother,otaku masih aja gak mampu,.....how my brain doesn't work........?

Senja itu ku beranikan diri mengamati orang orang di kedai aku beranikan diri berdialog dengan mereka sepatah 2 patah

Dalam pikiranku bagaimana mengawali kenal dengan mereka,yang ku liat dia orang asia kulit putih ,dia ramah mau membalas sapaanku sekali dua kali ku sapa ku beranikan diri minta no hp nya....

Dari ke sekian kali melihatnya aku beranikan diri mendekatinya dengan tujuan aku harus dapat ilmu trading,
Excuse me ,can u teach me about forex sir.....?

Dari tukar no ponsel akhirnya ku beranikan diri berdialog about forex,
Dia ajari saya analys tehnikal ,dan menanamkan psychology trading dengan MM yang benar

Dan dia becerita bahwa mentornya dulu belajar demo hanpir 6 thn uji ilmu trading dengan demo dan analiys 7 thn total di habiskan 12 th sbln menjadi seorang trader  ,dengan gaji yang pas pas an sbg seorang staff bank,beliau punya cita cita

 life freedom from forex using good rule....

4 bulan aku di gembleng secara live,dan bahkan aku lihat acc acc yang dia kelola ribuan dolllar dari acc pribadi maupun punya client...

Anda mungkin bertanya berapa lama ku menghabidkan waktu dan uang demi ilmu ini

Bertanyalah pada dirimu

1.berapa lama buat sekolah sampai perguruan tinggi ?
2.berapa uang yang kamu habiskan,sampai wisuda?
3.Setelah menyandang title apa yang anda bisa perbuat dengan gelar yang Sudah anda dapatkan
4.berapa income yang bisa anda dapatkan dengan perjuangan anda

Jawaban dari  peretanyaan di atas adalah bahwa jangan kamu ukur uang demi masa depanmu tapi ukurlah seberapa besar kemauanmu merubah hidupmu,karena aku sudah menghabiskan ribuan dollar buat belajar dan mencari ilmu serta mentor yang sesuai keinginanku....

Hanya faktor kemauan dan tidak pantang menyerah maka terbukalah pintu financial,
Jangan pernah pikirkan orang yang menjatuhkanmu tapi pikirkan bagaimana saat kamu jatuh bisa terbang tinggi setelah jatuh ...

Any way life from forex make me freedom,follow the rule get live more better.......

Sepenggal perjalanan Sakura fx




Monday, 9 January 2017

Panorama merbabu











Pesona Keindahan Gunung Merbabu 3142mdpl – Anda pecinta hiking? Gunung Merbabu mungkin sudah tak asing di telinga kalian para pecinta hobi ekstrim ini.
Untitled
Terletak di provinsi Jawa Tengah dengan ketinggian sekitar 3.142 mdpl pada puncak Kenteng Songo pesona dari gunung Merbabu sudah tak bisa diragukan lagi sehingga tak heran gunung ini menjadi salah satu destinasi favorit untuk melakukan pendakian.
Jika menilik sejarah, nama Gunung Merbabu berasal dari kata “meru” yang artinyai gunung dan “babu” yang memliki arti “wanita”. Gunung ini dikenal sebagai gunung tidur akan tetapi sebenarnya memiliki 5 buah kawah. Ada empat jalur pendakian dari Gunung Merbabu yang dapat dilalui yaitu yang paling terkenal jalur Selo, Thekelan, Cunthel dan Wekas.
Dari puncak gunung ini para pendaki dapat memandang gunung lain seperti Merapi yang berada tepat diseblah gunung ini. Gunung Sumbing, Sindoro, Slamet, Prau pun bisa terlihat juga dari puncak Merbabu.
Menurut beberapa pendaki, view yang disajikan jalur Selo adalah yang paling indah daripada jalur lainnya untuk mencapai Puncak Merbabu. Dari jalur ini para pendaki disuguhkan pemandangan gunung Merapi yang terlihat sangat gagah di depan mata.
Saat siang hari hijaunya padang ilalang dan sabana akan membuat para pendaki terkagum-kagum.. Di malam hari, pemandangan juga tak kalah indahnya dengan terlihatnya gemerlap lampu kota Magelang dan sekitarnya.

Friday, 18 November 2016

Sedekahkan Harta dan ilmumu secara Ikhlas

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan,"Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!

""Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang ..." kata si pengusaha ini dengan yakinnya.Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jamsebelum batas waktu yang sudah disepakati.Tepat pukul 23:00,

Malaikat kembali mengunjunginya;dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit.

"Dengan lembut si Malaikat berkata, "aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu.

"Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra-putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka.

Kata Malaikat, "Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhanrindu memberikanmu kesempatan kedua - itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu."Kembali terlihat di mana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, "Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik!

Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar di hadapanMu.

 Tapi Tuhan, tolong pandanganak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampumembesarkan mereka seorang diri." Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat.

Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini . . . timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapabesar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang!Dengan setengah bergumam dia bertanya,

"Apakah di antarakaryawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"Jawab si Malaikat, "Ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah.

"Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, "Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu!! Kautidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00."Dengan terheran-heran dan tidak percaya,si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu."Bukankah itu Panti Asuhan?" kata si pengusaha pelan.

"Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.

""Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.

"***Sahabatku, cerita ini hanyalah sebuah gambaran agar kita lebih instropeksi diri. Saya membayangkan ketika diri saya mati nanti, apakah orang disekeliling saya akan kehilangan, atau sebaliknya mereka mengabaikan atas kematian saya, atau yang paling parah apakah mereka bersyukur malah?

Ah.. mumpung kita masih diberi umur, lakukanlah yang terbaik untuk orang2 disekitar kita, kaena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya.Dan satu lagi, janganlah engkau meremehkan sedekah, sesuai cerita diatas, justru sedekahnya yang menyelamatkan pengusaha tersebut...